Sunday, January 26, 2014

Lampu Petromax

Sejarah Lampu Petromax
Foto: Kacang Petromax - Ndutz_Prayoga - Flickr - CC

Petromax adalah nama sebuah merek dagang (brand) dari sebuah lampu berbahan bakar minyak bertekanan yang berasal dari Jerman. Petromax pertama kali dibuat oleh Max Graetz dan dipatenkan sejak 5 November 1910. Nama Petromax merupakan singkatan dari "Petroleum Maxe", julukan Max Graetz yang diberikan oleh teman-temannya.

Apa itu Petromax? Petromax (sering ditulis Petromak atau Petromaks) adalah lampu berbahan berbahan bakar minyak tanah (parafin/kerosin) yang ditekan ke atas, diubah menjadi uap, untuk memanaskan kaus lampu hingga berpijar. Lampu yang diciptakan oleh Max Graetz tersebut sangat terkenal di zamannya, bahkan hingga sekarang. Lalu siapakah Max Graetz, dan bagaimana lampu Petromax bekerja?

Max Graetz adalah Presiden perusahaan Ehrich & Graetz di Berlin, Jerman, yang mengembangkan dan mendesain lampu Petromax.

Awalnya, Max Graetz ingin menciptakan sebuah alat penerangan dengan bahan bakar parafin untuk dijadikan produk baru di perusahaannya. Selanjutnya, Graetz menemukan proses untuk membuat gas keluar dari parafin, memiliki energi kalor yang sangat tinggi dan bisa membuat api biru yang sangat panas.

Petromax
Petromax - Wikimedia Commons

Graetz kemudian merancang lampu bertekanan, yang bekerja dengan uap parafin. Secara singkat, cara kerja lampu bertekanan (awal mula lampu Petromax) bisa dijelaskan pada paragraf-paragraf di bawah ini

Sebuah jaring-jaring keramik (terbuat dari campuran dari oksida-oksida logam yang mirip sekali dengan kandungan tanah liat - yang sekarang dikenal dengan kaus lampu) dipanaskan dengan spiritus. Kemudian parafin ditekan dengan pompa tangan di dalam tangki tertutup (yang terletak di bawah jaring-jaring keramik) agar bisa mengalir melalui pipa yang mengarah pada jaring-jaring tersebut.

Parafin tersebut akan menguap (karena posisi pipa yang sangat dekat dengan jaring-jaring yang dibakar spiritus tadi) dan menjadi bahan bakar jaring-jaring keramik sehingga menghasilkan cahaya yang terang. Selama pasokan gas parafin dari tangki terus mengalir, jaring-jaring keramik atau kaus lampu akan terus berpijar menghasilkan cahaya.

Bila tekanan habis, terdapat sebuah pompa tangan yang berguna untuk menambah tekanan uap parafin ke kaus lampu.

Pada 5 November 1920, nama Petromax telah didaftarkan sebagai merek dagang. Sejak saat itu, lampu Petromax diproduksi secara masal dalam berbagai spesifikasi dan ukuran. Tidak hanya di Jerman, Petromax menjadi lampu yang sangat populer ke berbagai penjuru dunia.

Kepopuleran tersebut membuat nama Petromax menjadi nama generik (nama umum) untuk menyebut lampu dengan bahan bakar parafin. Desain dan cara kerja lampu Petromax sekarang banyak diadaptasi oleh berbagai pihak untuk membuat produk lampu dengan berbagai merek.

Iklan Petromax di Indonesia tahun 1935 - unsource

Di Indonesia, sebelum listrik menjadi hal wajib seperti sekarang, Petromax menjadi pilihan yang bisa dikatakan mewah, karena memang tidak semua orang bisa memilikinya. Kini, Petromax masih sering digunakan sebagai alat penerangan cadangan bila listrik mati. Selain itu, lampu asal Jerman tersebut juga masih digunakan oleh para nelayan, pendaki gunung, pedagang kaki lima, dan sebagainya.

Fakta via Wikipedia

Fakta4