Wednesday, June 24, 2015

Kalajengking Berpuasa Setahun

Kalajengking Berpuasa Setahun

Kalajengking mampu bertahan hidup selama setahun tanpa memakan apapun. Kemampuan tersebut dilakukan kalajengking dengan cara memperlambat metabolisme tubuhnya (Gambar: CC0 Public Domain).

Kalajengking adalah makhluk kecil yang menakjubkan. Hampir dua ribu spesies kalajengking ditemukan di enam dari tujuh benua. Hewan yang termasuk dalam kelas arachnida ini telah mampu beradaptasi dengan beberapa lingkungan paling keras di bumi.

Salah satu fakta unik dari kalajengking adalah kemampuan untuk memperlambat tingkat metabolisme tubuh mereka. kalajengking juga memiliki organ yang disebut hepatopancreas yang sangat efisien dan memenuhi fungsi setara dengan hati dan pankreas yang dimiliki oleh manusia.

Selain itu, kalajengking memiliki kemampuan untuk mengkonsumsi sejumlah makanan yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka, dalam satu kali makan. Akibat banyaknya jumlah makanan yang dikonsumsi tersebut, serta kemampuan untuk memperlambat metabolisme mereka, kalajengking yang mampu bertahan hidup hingga 12 bulan tanpa makan.

Perlambatan metabolisme pada kalajengking memiliki kelebihan khusus bila dibandingkan dengan spesies hewan lainnya. Kemampuan tersebut sudah umum ditemui pada hewan-hewan yang berhibernasi. Bedanya, jika hewan-hewan yang berhibernasi tidak bisa spontan bangun dan memiliki cukup energi (untuk menyerang atau melarikan diri), kalajengking yang sedang menjalani masa tidur dalam perlambatan metabolisme masih bisa menyerang dengan cepat jika situasi berubah menjadi berbahaya.

Semua spesies kalajengking memiliki racun atau bisa. Biasanya, bisa kalajengking termasuk sebagai neurotoksin (racun saraf). Khusus untuk kalajengking Hemiscorpius lepturus, bisanya berupa sitotoksik (racun sel). Neurotoksin terdiri dari protein kecil dan juga natrium dan kalium, yang berguna untuk mengganggu transmisi saraf sang korban. Kalajengking menggunakan bisanya untuk membunuh atau melumpuhkan mangsa mereka agar mudah dimakan.

Androctonus australis
Androctonus australis

Bisa kalajengking lebih berpengaruh terhadap artropoda lainnya. Oleh karena itu, sebagian besar bisa kalajengking tidak berbahaya bagi manusia; sengatan kalajengking pada umumnya menghasilkan efek lokal (seperti rasa sakit, pembengkakan). Meski demikian, beberapa spesies kalajengking, terutama dalam keluarga Buthidae dapat berbahaya bagi manusia. Salah satu yang paling berbahaya adalah Leiurus quinquestriatus, dan anggota dari genera Parabuthus, Tityus, Centruroides, dan Androctonus.

Kalajengking yang paling banyak menyebabkan kematian pada manusia adalah Androctonus australis, yang berhabitat di Afrika Utara, Somalia, Timur Tengah, Pakistan dan India.

Fakta via Scorpionworlds | Wikipedia

Fakta4