Tuesday, September 22, 2015

Bintang Sepak Bola Tunda Perang Saudara

Pelé, adalah legenda sepak bola dunia yang berasal dari Brasil

Pada tahun 1967, perang saudara yang terjadi di Nigeria terhenti selama dua hari karena kedua belah pihak ingin menonton aksi pemain sepak bola legendaris asal Brasil, Pele, dalam sebuah pertandingan eksibisi (Gambar: CC0 Public Domain).

Edison Arantes do Nascimento atau lebih dikenal sebagai Pelé, adalah legenda sepak bola dunia yang berasal dari Brasil. Selama kariernya sebagai pemain, pria kelahiran 23 Oktober 1940 tersebut berhasil membawa Brasil menjadi Juara Dunia Sepak bola sebanyak 3 kali, yaitu di Swedia (1958), di Chili (tahun 1962), dan di Meksiko (1970). Atas keberhasilannya itu, Brasil berhak memboyong Piala Jules Rimet.

Tahun 1956, Pelé turut serta dalam seleksi pemain sepak bola di klub Santos, sebuah klub kecil di Brasil. Pelatih yang melihatnya kemudian memberi tahu Presiden klub bahwa anak 15 tahun yang bernama Pelé akan menjadi "pemain terbaik dunia" Pelé kemudian mengawali debutnya di Santos pada tahun 1957 dengan mencetak 1 gol dalam kemenangan 7-1 melawan Corinthians pada sebuah pertandingan eksebisi. Ketika liga dimulai, Pelé telah mendapatkan tempat utama dalam tim senior Santos.

Pada akhir musim kompetisi, Pelé keluar sebagai top scorer liga pada umur 16 tahun. Hanya dalam tempo singkat, Pelé kemudian dipanggil untuk bergabung dengan skuat tim nasional Brasil. Setelah penampilannya di Piala Dunia 1962, tim raksasa eropa seperti Real Madrid, Manchester United dan Juventus mulai mengincarnya. Meski begitu, hal tersebut dicegah oleh pemerintah Brasil dengan mengatakan bahwa Pelé merupakan bagian dari harta karun negara dan tidak diperbolehkan bermain sepak bola di luar Brasil.

Foto Pele tahun 2008
Pele di tahun 2008
(Gambar: Pediboi~commonswikiCC BY 2.5 br) 

Trofi pertama Pelé bersama Santos adalah Campeonato Paulista (juara liga dimana Pelé secara menakjubkan keluar sebagai pancetak gol terbanyak dengan 56 gol, sebuah rekor yang tetap bertahan sampai sekarang). Setahun kemudian O Rei (julukan Pelé yang berarti Sang Raja) mempersembahkan trofi Torneio Rio-São Paulo dimana Santos mengalahkan Vasco da Gama dengan skor akhir 3-0. Sayangnya Santos tidak mampu mempertahankan trofi Campeonato Paulista.

Pada 1960 Pelé berhasil membawa Santos memenangkan trofi Campeonato Paulista akan tetapi kalah dalam Torneio Rio-São Paulo. Pelé menyelesaikan kompetisi dengan mencetak 47 gol. Sepanjang kariernya di Santos, Pelé telah mempersembahkan 10 trofi Campeonato Paulista, 4 trofi Torneio Rio-São Paulo, 5 trofi Taca Brazil, 1 trofi Recopa Int. dan trofi Torneio Roberto Gomes Pedrosa. Santos kemudian berpartisipasi dalam Copa Libertadores, turnamen paling bergengsi di Amerika Selatan, dimana Pelé berhasil membawa Santos meraih trofi tersebut 2 kali pada tahun 1962 dan 1963 dan menjadi Top Skorer turnamen pada 1965.

Pelé juga mengantarkan Santos menjuarai Piala Interkontinental yang sekarang menjadi turnamen Piala Dunia Antarklub pada tahun 1962 mengalahkan Benfica 3-2 dan 4-2 dan 1963, mengalahkan AC Milan 2-4, 4-2 dan play-off 1-0. Pada 19 November 1969 Pelé mencetak gol ke 1.000-nya untuk Santos. Gol itu dicetak Pelé ketika berhadapan dengan Vasco da Gama lewat tendangan pinalti.

Penampilan Pelé bersama Santos telah membuatnya berkeliling dunia dalam berbagai laga eksebisi. Salah satunya pada tahun 1967 di mana Santos bersama Pelé tampil di Nigeria yang tengah dilanda perang saudara. Tampilnya Pelé membuat perang tersebut mengalami gencatan senjata selama 48 jam karena kedua belah pihak yang sedang bertikai (pihak pemerintahan federal Nigeria dan pihak Republik Biafra) ingin menyaksikan Pelé tampil dalam laga eksebisi yang diadakan di Lagos, Nigeria.

Fakta via Wikipedia

Fakta4